Now, Time:

Senin, 05 Agustus 2013

Kerumunan (Crowd)

Kita sebagai manusia pastilah pernah mengalami suatu perkumpulan atau kerumunan. Sebab, manusia yang tidak pernah merasakan kerumunan atau perkumpulan mungkin dianggap tidak ada rasa pergaulan sehingga menimbulkan rasa anti sosial bagi dirinya. Oleh karena itu, disini saya akan coba menjelaskan macam-macam kerumunan. Sebelumnya, saya akan coba menjelaskan apa arti dari kerumunan menurut saya. Kerumunan adalah suatu perkumpulan antara diri sendiri dengan orang banyak yang dapat menimbulkan sifat panik, emosional, bahagia/senang, serta sifat yang mencerminkan perilaku tidak bermoral di mata masyarakat. Oleh karena itu, saya akan coba menjelaskan berbagai macam kerumunan. simak sebagai berikut:

1. Formal Audiency, merupakan pendengar formal. Dalam formal audiency, orang-orang mendengarkan informasi yang disampaikan orang lain secara benar serta informasi tersebut memliki faedah yang banyak. Contohnya, seperti jamaah mendengarkan khutbah Jumat. Khutbah Jumat tersebut termasuk ceramah yang memiliki faedah yang amat besar. Maka dari itu, jamaah adalah pendengar formal.

2. Spectator Causal Crowds, merupakan suatu kerumunan orang-orang atau penonton yang ingin melihat suatu peristiwa tertentu. Dalam spectator causal crowds, orang-orang atau penonton beramai-ramai untuk saling menyaksikan apa yang dilihatnya. Baik itu peristiwa/kejadian yang sedang berlangsung, atau suatu pertunjukkan serta pertandingan yang layak untuk di tonton oleh banyak orang. Sehingga menyebabkan banyaknya kerumunan dari orang-orang tersebut dikarenakan adanya rasa penasaran atau rasa skeptis terhadap peristiwa yang ingin dilihatnya. Contohnya, seperti menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung di stadion.

3. Immoral Crowds, merupakan suatu kerumunan yang tidak adanya rasa moral atau tidak bermoral. Dalam immoral crowds, orang-orang yang sedang berkumpul dianggap tidak bermoral dikarenakan perbuatan yang dilakukan dapat merusak moral bangsa atau dianggap masyarakat sebagai suatu perbuatan yang tidak ada faedahnya sama sekali baik masa sekarang maupun masa mendatang. Contohnya, yaitu pesta miras. Pesta miras dianggap tidak bermoral karena hal itu tidak baik atau tidak mencerminkan rasa etis terhadap masyarakat atau bangsa.  Dalam pesta miras, orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut mencerminkan rasa gaya hidup yang prestise, serta lama kelamaan dapat menimbulkan sifat hedonisme yang berlebihan atau bahkan lebih kacau lagi mungkin sifat sekularisme pun dapat terjadi.

4. Panic Causal Crowds, merupakan suatu kerumunan orang-orang yang panik, dan berusaha untuk menyelamatkan diri dari bahaya. Dalam panic causal crowds, orang-orang bersifat tegang dan amat panik untuk menyelamatkan dirinya dari musibah yang menimpanya. Contohnya, adalah saat terjadi tsunami banyak orang yang berkeliaran dan berlari-larian untuk menyelamatkan dirinya dari terjangan air tsunami tersebut. Serta, mencari tempat yang lebih aman untuk dirinya dalam waktu sementara. Dalam keadaan seperti itu, tidak hanya rasa panik yang timbul, rasa sedih pun dapat terjadi dikarenakan adanya bencana tsunami.



Sumber: buku sks IPS (dengan penambahan)

13 komentar: